Layout

Selasa, 13 Juli 2010

Bertemu papa dalam mimpi ku ......... :)

tanggal : 12 Juli 2010


semalam yang tidak terasa tiba-tiba, mengantuk sekali. ingin rasanya tidur. akhirnya tertidur juga. dalam tidur ku, ita bermimpi ketemu papa. di dalam mimpi itu papa sadar dari koma nya, dan disini ketika papa dah sadar, papa bener-bener sembuh total. akhirnya setelah papa sadar dan bisa ceria kembali. akhirnya kami di ajak jalan-jalan ke jawa. di ajak keliling kota jawa sekalian kerumah orang yang anehnya. adek tingkat waktu di smansa. cuma apa hubungannya ya ... aneh bener! yang jelas pastinya, kayak gitu ceritanya.
akhirnya perjalanan pun selesai, kami kembali lagi ke palembang. setelah semuanya selesai. kami pun pergi ke ruang keluarga seperti biasa yang biasa kami lakukan di kehidupan sehari-hari, akhirnya ita menunjukkan 1 foto ketika papa koma, lalu papa pun melihatnya. sungguh terharu sekali, papa melihat foto itu, karena setelah itu papa berkata : " berarti papa merepotkan kalian selama papa koma", maafin papa ya ..
ita pun menjawab : "idak kok papa, kami senang akhirnya papa sehat kembali dan sekarang idak sakit lagi cak dulu.
kemudian papa menangis hingga tersegu-segu.dan kami pun menangis juga. ya Alloh sungguh bahagia sekali kalo itu nyata dan benar-benar terjadi. tapi itu tidak mungkin lagi, karena papa dah bersama Alloh SWT.
akhirnya kamipun berpelukkan... sambil menangis sesegu-segunya. bahagia sekali....

ita bahagia sekali kalo mimpi bertemu papa, dan selalu menginginkan mimpiin papa terus dan selama-lamanya.
makasih Alloh telah mengabulkan do'a hamba untuk bisa bertemu sama papa lagi.

Sabtu, 03 Juli 2010

Cerita ku untuk PAPA kami Tersayang ....... :)

Awal cerita yang aku mulai ketika semua itu telah terjadi di hadapan ku sendiri yang melihatnya.

Threat 1
Awal pada tanggal 3 Juni 2010
Awal yang begitu hangat sekali ita mengingatnya, ,,, awal yang benar-benar yang ngak tahu lagi apa yang harus ita lakukan. Pada jam 5.30 am , pagi yang begitu pagi sekali aku mengingatnya. Tiba-tiba terdengar suara seperti orang yang kesakitan. Lalu ku tersentak mendengar itu dan langsung terbangun menuju tempat itu. Lalu ita berlari ke tempat arah suara itu, yang ita lihat, ada suara papa kami yang tiba-tiba merasakan sakit sangat. Lalu ita bingung apa yang harus ita lakukan disitu, lalu tanpa berpikir panjang, ita langsung keluar menuju rumah ayukku, meminta tolong. Lalu kami pun kembali ke kamar papa kami kala itu. Papa terus menjerit kesakitan , entah apa yang dirasakan kala itu. Pada saat itu papa memanggil kami satu-persatu yang pada saat ita dipanggil dengan kata-kata :
Papa : “ Ita jangan nyusahin papa”
Ita tersentak ketika mendengar itu, bener-bener di luar kepala ketika mendengar itu semua. Ita hanya diam seribu bahasa. Apa karena kejadian 2 hari sebelumnya ita idak tegur papa, karena ita merajuk (“biasa kayak anak kecil lah”) sama orang tua karena tidak mengantarkan adek ke sekolah. Lalu kemudian, papa langsung kami bawa ke RK. Charitas, dalam perjalanan itu entah apa yang terjadi. Karena ita menyusul setelah mengantar adek dan ponakan ke sekolah. Lalu ita langsung ngacir menuju rumah sakit itu, tanpa ganti baju dan mandi. Dan sampailah ita disana, sungguh terkejutnya ketika ita melihat papa yang semuanya telah dipasang dengan alat-alat rumah sakit itu. Itu pun ita langsung menangis ketika melihat papa seperti itu. Menangis yang benar-benar menyesal karena idak sempat bertegur sapa sama papa. Ita hanya diam seribu bahasa, dan terus memandangi papa di tempat tidur itu. Ita terus membisikkan di telingan papa dengan bacaan al-qur’an dan terus meminta maaf, atas kesalahan ita selama ini menjadi anaknya.

Threat 2
Hingga jam menunjukkan pukul 12.00 siang, waktu tuh ita tidak bisa sholat karena lagi halangan mendadak. Ita terus menangis di hadapan papa, ita terus bacakan surat Al-Fatihah di telinganya beliau, ita terus berzhikir di telinga papa. Hingga ita tidak tau lagi udah jam berapa. Tapi yang sangat menyedihkan sekali kala itu papa dipasangi selang di hidung sebelah kanannya, ketika selang itu masuk badan papa terhentak kuat sekali, mengatakan bahwa itu sakit sekali. Tapi papa tidak bisa ngomong, hanya badannya saja yang merespon. Akhirnya kami pun keluar dari tempat tidur papa, karena susternya mau memasang selang itu kembali ke hidungnya. Akhirnya selesai juga pemasangan selang di hidungnya. Ya Allah sungguh miris sekali ita melihat papa dengan kondisi seperti itu. Ya Allah, ya Allah, betapa sakitnya papa saat ini melihat dirinya seperti ini tidak berdaya sama sekali. Ita tidak tega banget melihatnya karena mengingat ita di kala kecil karena penyakit asma yang ita derita hingga saat ini. Ita lalu menangis dan terus menangis. Terus tidak terasa jam 2 siang. Lalu ita menanyakan kepada administrasinya, menanyakan
Ita : “Dokter Mangiringnya uda datang, kak ??
Kakak : belum datang, dek. Tadi dah dihubungi katanya lagi ada kerjaan.
Akhirnya ita pun terus melakukan aktifitas seperti biasanya, ita duduk disamping papa, terus mengusapi kening papa dengan handuk basah, biar kondisi panas papa turun. Selama jam itu ita terus mengucapkan kata maaf sama papa, hingga tangisan itu berlinang lagi di wajah ita. Mama dan ita bergantian menjaga papa. Akhirnya jam 5 sore. Tapi papa belum juga terbangun dari tidurnya. Akhirnya ayuk via datang dan menjaga papa. Kami pun bergantian menjaga papa, diluar sana ita terus menangis tanpa henti, sampe mama pun suka melihat ita menangis. Waktu pun tidak terasa hingga magrib pun tiba. Lalu ita berinisiatif untuk pulang sebentar karena belum mandi dari pagi, akhirnya ita minta ijin sebentar untuk pulang. Akhirnya ita pun pulang, dengan begitu cepatnya menggunakan motor karena ita dak mo ninggalin papa disana. Akhirnya sampai lah ita dirumah dengan serba terburu-buru, lalu ita pun menyelesaikan semuanya dan sholat magrib. Setelah sholat akhirnya ita menyiapkan perlengkapan sholat untuk sholat disana. Dan akhirnya ita tancap gas lagi dan dengan cepat ita sampai di RK. Charitas. Sampai disana, ita langsung jagain papa bersama ayukku dan mama pun istirahat dulu. Ita terus mengusapi kening papa dengan handuk basah biar panas badan papa redaan. tapi dak turun-turun. Lalu ita pun sekitar jam 8.30 ijin mo sholat isya, lalu ita pun pergi sholat. Di dalam sholat dan do’a ku adalah:
“ Ya Alloh, bila Kau ijinkan kami untuk menjaga papa kami di bumi, maka sembuhkan lah ya Alloh, ita berjanji akan terus menjaga papa, dan menurut apa kata papa dan ita akan berikan yang terbaik untuk papa, jangan dulu ya Alloh ambil papa kami, karena kami belum memberikan kebahagiaan untuk papa kami,,, Amiin” … sambil menangis……….
Akhirnya sholat pun selesai, dan ita kembali ke ruangan papa. Aktifitas pun ita lakukan kembali. Di telinga papa terus ita berzhikir dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Waktu terus berlalu tanpa henti, jam pun menunjukkan pukul 10 malam. Akhirnya dokter pun datang si dokter Mangiring terus berkelang beberapa menit akhirnya Dokter Jimmy pun datang, lalu doter jimmy pun memeriksa papa, terus terus dan terus dokter jimmy pun berkata kalo bapak ini dalam kondisi “KOMA”, lalu mendengar itu ita sangat tersentak sekali, “ya Alloh, apalagi ini yang Kau berikan kepada kami”. Lalu ita pun menangis mendengar itu, dan kemudian ita disuruh sama suster untuk mengambil hasil lab, di lantai 2. Akhirnya ita pun pergi tanpa melihat lagi sekeliling ita. Tapi ita sangka, ternyata tidak ketemu dimana ruangan itu. Akhirnya ita turun lagi, dan ita menanyakan ke satpam, lalu satpam member I tahu itu. Dan akhirnya ita menemukannya dalam kondisi suasana hati dan pikiran ita sudah rada kacau semua, lalu ita pun menelepon ayuk via, mengabarkan kalo papa kita dalam kondisi koma. Lalu ita menelepon bule, adek papa dan 2 temen ita si miki chan dan yulia. Ya Alloh, sungguh luar biasa cobaan ini, yang KAU berikan kepada kami. akhirnya hasil lab itu ita berikan kepada suster disana. Akhirnya papa harus dipindahkan tempatnya ke ruangan isolasi lantai 2 karena ruangan UGD hanya digunakan untuk keperluan pasien yang masuk kembali. Akhirnya papa pun dipindahkan dalam kondisi tubuh yang sudah tidak lengkap lagi alat-alat yang dipake diruangan UGD. Dalam perjalanan itu ita merasakan bahwa aura papa berubah menjadi redup. Karena ita melihat kondisi papa seperti itu kala itu. Akhirnya sampailah di ruangan isolasi lantai 2 tersebut. Di dalam ruangan itu, akhirnya papa dipindahkan ke tempat tidurnya yang baru. Ya Alloh, sungguh betapa dan sangat betapa luar biasanya pada malam itu, jam 11.15,ita langsung memegang kaki papa, lalu berkata kepada mama;
Ita : “mama, ngapo kaki papa dingin nian terus biru ?” dengan kondisi cemas dan kacau balau.
Lalu sesaat setelah berkata seperti itu, ya Alloh apa yang ita lihat sungguh diuar kesadaran ita dengan antara percaya dan sangat tidak percaya, ternyata papa menghembuskan nafas terakhirnya di tempat tidur tersebut dan ita melihatnya ketika “SAKRATUL MAUT” menjemput ruh papa dari jasadnya. Ya Alloh, itu pun ita langsung menangis dan tak henti-hentinya, ya Alloh, akhirnya Engkau mengambil papa kami di bumi Alloh ini. Ita tahu kalo Alloh sayang sama papa, karena papa sakit dan Alloh mau menyembuhkan papa total dengan cara Engkau ya Alloh.

Theart 3
Ya Alloh, sungguh luar biasa sekali Engkau memberikan kami cobaan ini, ini arti hidup yang sesungguhnya. akhirnya papa pun di bawa kembali ke Emergency untuk dibawa pulang ke rumah. Ya Alloh, sungguh luar biasa untuk semua ini. Dan kain putih itu pun menutupi seluruh tubuh papa yang gemuk itu. Ya Alloh, ita melihat itu semua dan terbaringnya papa di bawah kain putih itu. Akhirnya perjalanan itu pun akhirnya sampai di rumah. Ya Alloh, papa diletakkan di atas kasur adekku yang sudah rapi banget. Papa ditidurkan diruangan depan itu, terus dijaga bergantian. Setelah papa dibobokan. Kami pun pergi mandi untuk sholat sunnah tahajut, kami pun sholat bersama-sama, dengan imam nya adek ku, dan kami pengikutnya. Ya Alloh,,,,, karena ita uda cape banget akhirnya ita bobo sama ponakan si Dzaky, dan ayuk menjaga papa. Akhirnya subuh pun tiba, kami pun bergegas ambil wudhu, dan kami pun sholat berjamaah. Setelah kami sholat subuh,,,, Subhanalloh …. Ketika kami membuka kain penutup di kepala papa. Papa tersenyum,,, karena papa kami ajak sholat subuh. Senyuman papa itu sungguh luar biasa sekali yang Alloh berikan untuk kami. berarti itu menandakan bahwa papa dah sehat sekali. Dan kami sudah mengikhlaskan kepergian papa disisi kami ini. Papa tersenyum kala itu karena kami sekeluarga mengajaknya sholat subuh barengan. Kami sholat subuh bareng-bareng papa tersayang. Akhirnya setelah sholat subuh kami bacakan kembali surat yassin bersama.

Akhirnya pagi pun datang. Disisi papa kami duduk sambil membacakan surat yassin, ita, mama, adek, ayuk, wildah. Kami bacakan yassin sama-sama. Lalu tiba-tiba muncullah tetangga, temen bapak, dan kawan-kawan laennya datang bergantian. Mereka juga sungguh terkejut melihat bahwa papa kami telah tiada. Banyak orang tak percaya kalau papa kami telah pulang ke Rahmatullah bersama Alloh SWT yang menjemput. Mereka hanya bisa mendoakan papa kami. dan kami dibilang sama mereka “BERSABAR ya, ikhlaskan semuanya” . kami hanya diam, dan tersenyum apa adanya. Dengan tundukkan kepala yang sungguh berat sekali bila kami lihatkan kepada mereka apa yang sedang terjadi saat itu. Sungguh-sungguh luar biasa sekali banyak sekali orang-orang berdatangan . mungkin tidak terhitung lagi. Banyak sekali temen bapak, menghadiri perpisahan papa kami ini. Akhirnya jam menunjukkan pukul 10:30 am setempat. Akhirnya papa kami dimandikan dan kami pun turut memandikan papa kami. sungguh luar biasa sekali ketika kami melihat papa yang sudah mandi itu, wah subhanallah,,, papa kami bersih sekali dan putih. Seperti kertas baru yang sama sekali tidak ada noda tinta yang tercecer ataupun tertinggal di sini. Akhirnya papa kami setelah dimandikan dipakaikan baju kebesarannya berselimutkan kain putih bersih, papa dihiasi dan ditutupi kapas putih dan diberikan aroma haruman bunga. Akhirnya wajah papa tidak kelihatan lagi karena sudah ditutupi sama kain putih yang dipakainya. Akhirnya papa kami dimasukkan ke dalam keranda, lalu kemudian papa dibawa ke masjid untuk disholatkan. Subhanallah ternyata banyak sekali yang mensholati papa kami, sampai-sampai shap sholat itu dipenuhi sama rekan-rekan papa dan tetangga papa.
Kata hadist bilang :
“Barang siapa yang menyholati jenazah, shap sholat melebihi dari tiga baris shap. Maka orang yang meninggal itu, tidak akan disiksa di dalam kuburnya… “

Amiin, semoga saja papa masuk dalam hadist itu. Setelah disholatkan papa kami dibawa ketempat peristirahatannya yang terakhir yaitu di TPU Puncak Sekuning . ya Alloh sungguh kami sangat bersyukur sekali kepada MU, karena papa kami mendapatkan tempat yang sungguh indah sekali, dibawah pohon nan rindang dan sejuk sekali.

Akhirnya papa kami dimasukkan ke dalam liang lahat dan di doakan terus di adzankan sama kakak kami kak
ico. kemudian setelah itu papa kami ditutupi sama papan-papan kayu. Ya Alloh, kami tidak sanggup melihat ini semua kalo diibaratkan. Kami ditinggal papa selama-lamanya. Sekarang papa sudah tenang di alam kubur. Semoga amal ibadah papa bisa menolong papa di alam barzak. Dan amalan yang tidak pernah terputus terus membantu papa di alam barzak sana. ..

SELAMAT JALAN PAPA kami terSayang …… kami akan dan selalu sayang dan cinta sama papa. Kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan papa di dalam ingatan dan hati kami selamanya hingga akhir jaman. Papa adalah pahlawan, papa, sahabat, teman, dan HERO. Insyahalloh kita akan berkumpul kembali di SYURGA nya ALLOH SWT dan bersama-sama kembali disana. Ammiiinnnn,

Morning Musume di Japan Expo, Perancis (update video)

Written by teamnews, updated: 2:27 pm, 2 July 2010

Momusu sudah sampai di Perancis, dan berita kedatangan mereka diliput juga oleh stasiun TV lokal.
Berita terbaru mengenai kehadiran Momusu dan pergelaran mereka dalam acara tahunan Japan Expo yang diadakan di Paris, Perancis.
Dalam video yang diambil dari program news di sebuah stasiun televisi lokal Perancis. Tampaknya Momusu sebelum melakukan pergelarannya, seperti biasa melakukan FC event dalam skala kecil sebagai ‘pemanasan’ bagi fans mereka yang sudah berdatangan di Paris.
Selain membolehkan fans mengambil gambar secara bebas saat mereka melakukan pemotretan di dekat monumen Arc de Triomphe. Lebih komplit silakan melihat cuplikan video di bawah ini :

http://www.youtube.com/watch?v=GEvDAzQizZo&feature=player_embedded

video credit to : xlozziex3